Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
NTT, Swa News – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi II DPR RI menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif untuk Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Kabupaten Sikka pada 30 September hingga 2 Oktober 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Komisi II Ir. Esthon L. Feonay, M.Si., yang mengikuti acara secara daring; Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, Amrunur Muh. Darwan; tenaga ahli anggota DPR RI; Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sikka, Florita Idah Djuang; serta peserta dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan perempuan, pemilih pemula, serta kader alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Kabupaten Sikka.

Dalam arahan pembukaan, Esthon menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, selain Bawaslu, demokrasi juga membutuhkan kehadiran masyarakat untuk ikut mengawasi seluruh tahapan pemilu.
“Bawaslu membutuhkan masyarakat, masyarakat butuh Bawaslu, demokrasi butuh kedua-duanya,” tegas Esthon (30/9/2026).
Pada kesempatan tersebut, Amrunur juga menegaskan komitmen Bawaslu dan Komisi II DPR RI untuk memberikan pendidikan politik dan kepemiluan kepada publik agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam proses pemilu.
“Kegiatan ini sebagai penanda bahwa pendidikan politik adalah kunci keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu sekaligus memastikan pemilu berjalan Luber dan Jurdil,” tutur Amrunur.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, anggota Bawaslu Provinsi NTT dan tenaga ahli Komisi II DPR RI memberikan penjelasan mengenai catatan evaluasi pelaksanaan pemilu tahun 2024 serta upaya memperkuat partisipasi publik dalam pengawasan pemilu yang lebih demokratis.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut dan menyatakan komitmen untuk ikut serta dalam pengawasan pemilu.
“Saya mewakili anak-anak muda Sikka sebagai pemilih pemula kami siap sebagai kader pengawas Partisipatif pada pemilu mendatang,” tegas Fida, salah satu peserta yang mewakili komunitas anak muda Sikka, pada Kamis (1/10/2026). (AM)
Penulis: A. Muhammad
Editor: Munif


