Malang, Swa News – Di kala warga berduyun-duyun menikmati Alun-alun Merdeka Kota Malang, Anto (50) dengan sapu di tangan menyusuri dan memungut sampah di setiap sudut alun-alun. Rutinitas itulah yang sudah ia geluti selama 25 tahun terakhir.
Setiap pagi pukul 07.00, ia memulai pekerjaan dengan pengarahan bersama lima orang anggotanya. Setelah peralatan kebersihan dikeluarkan dari gudang penyimpanan, dengan khidmat mereka berdoa untuk mengawali pekerjaannya hari itu. Bahkan saat matahari sudah tepat di ubun-ubun, mereka tetap menyisir setiap jengkal alun-alun.

“Ini kerja dari jam 7 tadi, Mas. Nanti lanjut terus sampai siang, pas panas-panasnya,” ujarnya di sela pekerjaannya.
Fasilitas tempat sampah sudah tersedia di beberapa titik, tetapi Anto mengeluhkan minimnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan. Ia mendapati masih banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan. “Seharusnya pengunjung punya kesadaran mengenai itu, nggak perlu ada reward atau punishment. Kalau semua mau menjaga, pasti lebih bersih,” ujarnya.
Hanya 2 Menit Motor Mahasiswa UB Hilang saat Ditinggal Sembahyang
Kondisi ini juga dirasakan pengunjung. Dea (22), mahasiswi yang berkunjung untuk jogging, merasa tidak nyaman karena banyak sampah berserakan di sekitar tempat duduk dekat taman. Padahal, ia berharap bisa menikmati udara segar dan taman yang bersih di alun-alun. “Jogging kan niatnya cari udara segar dan suasana bersih. Tapi kalau mau istirahat malah lihat tumpukan sampah, jadi kurang nyaman,” ujarnya.

W (Ibu rumah tangga), merasa khawatir saat mengajak anaknya ke area permainan karena banyak sampah botol dan plastik. “Namanya anak kecil kan suka pegang lantai, duduk sembarangan. Kalau banyak bekas minuman atau plastik, takutnya kotor atau ada benda tajam,” terangnya.
Di bawah terik matahari, Anto tetap tekun menyapu, sembari berharap kesadaran pengunjung terhadap kebersihan ikut meningkat. Ia berharap kebersihan Alun-alun Malang tidak sepenuhnya hanya bergantung pada petugas.
Pasca-revitalisasi Alun-alun Merdeka memang terjadi lonjakan pengunjung. Tempat sampah yang disediakan kerap tidak mampu menampung sampah pengunjung. Skema tiga shift pembersihan—pagi, sore, dan malam—oleh tenaga kebersihan masih belum mampu mengatasinya. Bahkan sempat ramai di media sosial. Salah satunya video kiriman warga yang diunggah akun Instagram @malangraya_info dan sudah ditonton 110 ribu kali.(2/2/2026)
Di tengah lonjakan pengunjung pasca-revitalisasi, harapan Anto sederhana: alun-alun tetap bersih bukan hanya karena petugas, tetapi karena kesadaran bersama. (AR)
Reporter: Ardian







