SWANEWS – Profil Kabupaten Lamongan memperlihatkan sebuah daerah pesisir utara Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya, hingga potensi ekonomi yang terus berkembang.
Kabupaten ini dikenal luas sebagai “Kota Soto” karena kuliner khasnya yang telah menjadi ikon kuliner nasional. Letak Lamongan yang strategis membuat wilayah ini berkembang pesat, baik dari sektor pertanian, industri, maupun pariwisata.
Sejarah Kabupaten Lamongan
Sejarah Kabupaten Lamongan berakar dari masa transisi Majapahit ke Kesultanan Demak. Peran besar seorang tokoh bernama Tumenggung Surajaya menjadi titik awal berdirinya kabupaten ini. Ia merupakan pengikut setia Sunan Giri, salah satu Wali Songo, yang diberi amanah untuk memimpin wilayah Lamongan.
Pada 26 Mei 1569, Tumenggung Surajaya resmi diangkat sebagai pemimpin dengan gelar “Lamonan” atau “Mongan,” yang bermakna “terpilih.”
Gelar inilah yang kemudian melahirkan nama Lamongan. Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Lamongan, menandai lahirnya daerah yang berakar kuat pada perkembangan Islam di Jawa.
Kondisi Geografis Kabupaten Lamongan
Dengan garis pantai sepanjang 47 km serta kondisi geografis yang beragam, Lamongan menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur dengan potensi sumber daya yang melimpah.
Batas Wilayah Kabupaten Lamongan
- Utara: Laut Jawa
- Selatan: Kabupaten Jombang dan Kabupaten Mojokerto
- Barat: Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban
- Timur: Kabupaten Gresik
Topografi Kabupaten Lamongan
- Ketinggian 0–25 meter: 50,17% (daratan rendah/bonorowo)
- Ketinggian 25–100 meter: 45,68%
- Ketinggian >100 meter: 4,15%
Sebaran Agama di Kabupaten Lamongan
- Islam: 99,75%
- Kristen: 0,19%
- Lainnya: sangat kecil persentasenya
Karakteristik Wilayah dan Luas Kabupaten Lamongan
Kabupaten Lamongan memiliki daratan seluas 1.812,8 km² dengan tambahan wilayah laut 902,4 km². Sungai Bengawan Solo yang membelah Lamongan menjadikan wilayah ini subur, meski sebagian daerah masih rawan banjir.
Dari 27 kecamatan yang ada, Sambeng merupakan kecamatan terluas, sedangkan Maduran adalah yang terkecil. Letak ibukota kabupaten berada di Kecamatan Lamongan, tepatnya di Kelurahan Sidoharjo.
- Luas daratan: 1.812,8 km²
- Panjang garis pantai: 47 km
- Wilayah laut: 902,4 km²
- Kecamatan terluas: Sambeng (19.544 km²)
- Kecamatan terkecil: Maduran (3.015 km²)
- Ibukota: Kecamatan Lamongan (Kelurahan Sidoharjo)
- Kecamatan terjauh: Sukorame (51 km), Paciran (50 km)
Daftar Kecamatan di Kabupaten Lamongan
Kabupaten Lamongan memiliki 27 kecamatan dengan 462 desa dan 12 kelurahan. Wilayah ini cukup luas dengan karakteristik yang berbeda-beda di tiap kecamatannya. Berikut daftarnya:
- Babat (23 Desa/Kelurahan)
- Bluluk (9 Desa/Kelurahan)
- Brondong (10 Desa/Kelurahan)
- Deket (17 Desa/Kelurahan)
- Glagah (29 Desa/Kelurahan)
- Kalitengah (20 Desa/Kelurahan)
- Karangbinangun (21 Desa/Kelurahan)
- Karanggeneng (18 Desa/Kelurahan)
- Kedungpring (23 Desa/Kelurahan)
- Kembangbahu (22 Desa/Kelurahan)
- Lamongan (20 Desa/Kelurahan)
- Laren (20 Desa/Kelurahan)
- Maduran (15 Desa/Kelurahan)
- Mantup (14 Desa/Kelurahan)
- Modung (17 Desa/Kelurahan)
- Ngimbang (19 Desa/Kelurahan)
- Paciran (17 Desa/Kelurahan)
- Pucuk (17 Desa/Kelurahan)
- Sambeng (22 Desa/Kelurahan)
- Sarirejo (9 Desa/Kelurahan)
- Sekaran (21 Desa/Kelurahan)
- Solokuro (10 Desa/Kelurahan)
- Sugio (21 Desa/Kelurahan)
- Sukodadi (20 Desa/Kelurahan)
- Sukorame (10 Desa/Kelurahan)
- Tikung (11 Desa/Kelurahan)
- Turi (19 Desa/Kelurahan)
Ekonomi dan UMK Kabupaten Lamongan
Pertumbuhan ekonomi Lamongan terus menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya adalah kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) setiap tahun. Selain itu, persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan.
Besaran UMK di Kabupaten Lamongan
- Tahun 2023: Rp 2.701.977
- Tahun 2024: Rp 2.828.323
- Tahun 2025: Rp 3.012.164
- Tahun 2026 : Rp 3.196.328
Tingkat Kemiskinan
- Tahun 2023: 12,42%
- Tahun 2024: 12,16%
Pendidikan dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Lamongan
Sektor pendidikan di Lamongan tergolong maju. Ribuan sekolah tersebar di 27 kecamatan, dengan puluhan ribu siswa dari tingkat dasar hingga menengah. Selain itu, terdapat sembilan perguruan tinggi yang menjadi pusat pendidikan tinggi di kabupaten ini.
Jumlah Sekolah di Lamongan (Data Tahun 2024)
- SD: 636 sekolah | 49.344 murid
- MI: 541 sekolah | 52.049 murid
- SMP: 158 sekolah | 34.944 siswa
- MTs: 187 sekolah | 20.635 siswa
- SMA: 69 sekolah | 20.402 siswa
- SMK: 79 sekolah | 20.126 siswa
- MA: 86 sekolah | 13.776 siswa
Daftar Perguruan Tinggi di Kabupaten Lamongan
- Universitas Islam Lamongan (UNISLA)
- Universitas Terbuka Lamongan
- Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (UNISDA)
- Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA)
- ITB Ahmad Dahlan Lamongan
- Universitas PGRI Adi Buana (Kampus Lamongan)
- Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)
- Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD)
Destinasi Wisata di Kabupaten Lamongan
Kabupaten Lamongan juga dikenal dengan beragam destinasi wisata. Mulai dari wisata alam, religi, hingga rekreasi modern, semua bisa ditemukan di daerah ini. Ikon wisata seperti WBL hingga Makam Sunan Drajat menjadikan Lamongan tujuan menarik bagi wisatawan. Berikut ini beberapa destinasi wisata terkenal di Kabupaten Lamongan.
- Wisata Bahari Lamongan (WBL)
- Goa Maharani Zoo
- Makam Sunan Drajat
- Pantai Kutang
- Pantai Tanjung Kodok
- Wisata Akar Langit Trinil
- Waduk Gondang
Makanan Khas Kabupaten Lamongan
Selain wisata, kuliner khas Lamongan juga menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa makanan bahkan sudah dikenal di seluruh Indonesia, terutama Soto Lamongan. Berikut beberapa kuliner khas Lamongan lainnya:
- Soto Lamongan
- Nasi Boran
- Pecel Lele Lamongan
- Tahu Campur Lamongan
Sarana Transportasi di Kabupaten Lamongan
Mobilitas di Lamongan didukung sarana transportasi darat yang memadai. Terminal bus dan jaringan kereta api menjadi akses penting bagi masyarakat maupun wisatawan.
Terminal di Lamongan
- Terminal Bunder (pusat transportasi AKAP dan AKDP)
- Terminal Babat (sub-terminal)
Stasiun Kereta Api di Lamongan
- Stasiun Lamongan
- Stasiun Babat
- Stasiun Pucuk
- Stasiun Ngimbang
- Stasiun Sumlaran
- Stasiun Surabayan
- Stasiun Solokuro
Dari sejarah panjang, keberagaman wilayah, peningkatan ekonomi, hingga kuliner khasnya, profil Kabupaten Lamongan memberikan gambaran sebuah daerah yang kaya potensi Lamongan bukan hanya dikenal sebagai Kota Soto, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pariwisata, dan budaya di pesisir utara Jawa Timur.










