Malang, Swa News – Puncak perpekan yang ditandai dengan hilir mudik warga berbelanja ke pasar untuk mempersiapkan kebutuhan pokok serta kebutuhan lainnya menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Suasana perpekan di Kota Malang sudah berlangsung sejak Senin, 16 Februari 2026. Namun, pada Selasa, 17 Februari 2026, situasi jalanan dan beberapa titik pasar relatif tampak lengang. Hari Rabu, 18 Februari 2026, di Pasar Rakyat Klojen juga terpantau relatif sepi.
Makna Tradisi Perpekan
Secara etimologi (asal usul kata), perpekan berasal dari bahasa Jawa “prepek” yang bermakna belanja. Dalam budaya masyarakat Jawa, biasanya mereka akan membeli berbagai kebutuhan pokok menjelang puasa, Lebaran, dan Muludan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menyambut datangnya bulan-bulan besar tersebut.
Berikut potret suasana perpekan tiga hari jelang Ramadan di beberapa titik pasar Kota Malang.














