Selasa, Maret 24, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

H5N1 di 2025: Pandemi Baru, Produk Rekayasa, atau Alat Seleksi Peradaban?

Tifauzia Tyassuma by Tifauzia Tyassuma
29/03/2025
in Kolom, Kesehatan, Opini
0
0
SHARES
100
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

H5N1 di 2025: Pandemi Baru, Produk Rekayasa, atau Alat Seleksi Peradaban?

Oleh: dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa)

Pandemi baru

Setelah COVID-19 mengguncang global, kini virus H5N1 mulai menunjukkan potensi yang jauh lebih berbahaya. Dengan CFR (Case Fatality Rate) yang jauh lebih tinggi, sudah ada laporan terjadi spillover dari unggas ke mamalia, sapi, babi, dan kucing rumahan, maka kemungkinan penularan antarmanusia (human-to-human infection) akan meningkat.

H5N1 di 2025: Pandemi Baru, Produk Rekayasa, atau Alat Seleksi Peradaban?

Pandemi baru

Pertanyaan besar muncul: Apakah ini sekadar pandemi alami, atau ada skenario besar yang sedang dimainkan?

Carousel Gambar Artikel

H5N1 adalah virus flu burung yang pertama kali ditemukan pada unggas di akhir 1990-an. Kasus infeksi pada manusia jarang terjadi, tetapi tingkat kematiannya mencapai lebih dari 50%.

Hingga 2024, virus ini telah dilaporkan menginfeksi 77 manusia di Amerika Serikat, UK, dan Mongolia, dengan prediksi bahwa virus ini telah mengalami mutasi yang memungkinkan penyebaran lebih luas, memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan dan otoritas kesehatan global.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Bubarkan KPK!

Bubarkan KPK!

24/03/2026
Nuzulul Iqra

Nuzulul Iqra

07/03/2026
Load More

Baca juga: Erick Thohir dan Politik Bola

Pandemi baru

Laporan terbaru menunjukkan peningkatan infeksi pada mamalia, termasuk hewan ternak yang sering berinteraksi dengan manusia. Jika virus ini mengalami mutasi lebih lanjut dan mampu menular dari manusia ke manusia dengan mudah, maka kita akan menghadapi pandemi yang jauh lebih mematikan dibanding COVID-19.

Setiap pandemi selalu menyisakan pertanyaan: Apakah ini fenomena natural atau non-natural? Adakah kepentingan tersembunyi?

Beberapa indikator bisa digunakan untuk membedakannya:

Pertama, mutasi yang cepat dan tidak wajar (seperti yang terjadi pada COVID). Beberapa ilmuwan mencatat bahwa mutasi H5N1 saat ini terjadi lebih cepat dari perkiraan alami. Apakah ini hasil evolusi biasa atau ada tangan manusia di laboratorium yang ikut campur?

Kedua, adakah keuntungan bagi Global Power? Pandemi selalu menciptakan peluang bagi industri farmasi, kebijakan kontrol populasi, dan restrukturisasi ekonomi global. Kita sudah melihat bagaimana COVID-19 mengubah dunia secara drastis, dan H5N1 bisa menjadi skenario serupa atau bahkan memiliki skala lebih besar.

Ketiga, adanya rekayasa penurunan populasi dan seleksi peradaban? Teori seleksi peradaban menyatakan bahwa pandemi dari abad ke abad sepanjang sejarah peradaban manusia ternyata bisa menjadi alat untuk menyaring populasi manusia, baik secara biologis maupun sosial. Mereka yang memiliki akses ke teknologi medis, gaya hidup sehat, dan pemahaman strategi bertahan akan lebih siap menghadapi ancaman ini.

Maka, untuk memahami secara holistik keadaan tersebut, akan dibutuhkan pemahaman informasi yang benar—tidak sekadar hanya mengandalkan media mainstream dan pernyataan dari pihak otoritas, tetapi juga harus mampu mencari informasi dari berbagai sumber untuk memahami keadaan sebenarnya.

Lebih substantif lagi adalah kemampuan menjaga kemandirian. Karena sikap ketergantungan pada sistem global secara masif akan bisa menjadi kelemahan sistemik.

Pandemi baru


dr. Tifauzia Tyassuma

President Ahilma Institute, Medical Doctor, Scientist in Nutritional Neuroscience, Predictive Epidemiology

 

 

Tags: flu burungH5N1konspirasi globalpandemi baru
Tifauzia Tyassuma

Tifauzia Tyassuma

President Ahilma Institute, Medical Doctor, Scientist in Nutritional Neuroscience, Predictive Epidemiology

Related Posts

Bubarkan KPK!
Opini

Bubarkan KPK!

by Mat Ray
24/03/2026
Nuzulul Iqra
Agama

Nuzulul Iqra

by Mat Ray
07/03/2026
Kritik Klaim Keberhasilan 1 Tahun Yes-Dirham Pimpin Lamongan
Opini

Kritik Klaim Keberhasilan 1 Tahun Yes-Dirham Pimpin Lamongan

by Nu'man Suhadi
03/03/2026
Tren Fitness Ramadan di Malang, Flash Gym Ramai Pengunjung Usai Berbuka Puasa
Gaya hidup

Tren Fitness Ramadan di Malang, Flash Gym Ramai Pengunjung Usai Berbuka Puasa

by redaksi swanews
02/03/2026
Masa Depan Kejahatan Luar Biasa, Dari Extra ke Ordinary?
Hukum

Masa Depan Kejahatan Luar Biasa, Dari Extra ke Ordinary?

by Muhammad Busyrol Fuad
01/03/2026
Momentum Ramadhan Perkuat Pembentukan Karakter Muslim
Agama

Momentum Ramadhan Perkuat Pembentukan Karakter Muslim

by Uril Bahrudin
23/02/2026
Next Post
Heboh ! Warga Muhammadiyah Dilarang Sholat Idul Fitri di Lapangan

Heboh ! Warga Muhammadiyah Dilarang Sholat Idul Fitri di Lapangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

01/02/2026
sekarang puasa hari ke berapa

Sekarang Puasa Hari ke Berapa? Cek Kalender Ramadan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

24/02/2026

EDITOR'S PICK

Penolakan UU TNI Makin Membara, Mahasiswa Siap Kepung DPR Usai Lebaran: “Kami Belum Kalah!

Penolakan UU TNI Makin Membara, Mahasiswa Siap Kepung DPR Usai Lebaran: “Kami Belum Kalah!

05/04/2025
Benarkah Nama Jokowi Dihapus dalam Finalis Koruptor Versi OCCRP? Cek Faktanya!

Benarkah Nama Jokowi Dihapus dalam Finalis Koruptor Versi OCCRP? Cek Faktanya!

06/01/2025
Motor Mahasiswa UB Hilang

Hanya 2 Menit Motor Mahasiswa UB Hilang saat Ditinggal Sembahyang 

11/02/2026
jadwal bus malang blitar

Wajib Tahu! Jadwal Bus Malang Blitar Terlengkap 2026: Lengkap dengan Jam Berangkat dan Pilihan Bus

14/03/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan