Minggu, Oktober 25, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Djamal, Mengais Rezeki dari Daun Pepaya di Usia Senja

redaksi swanewsbyredaksi swanews
26/02/2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
108
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Malang, Swa News – Usia 84 tahun tak mengurangi semangat Pak Djamal untuk mengais rezeki. Di usia yang bagi sebagian orang dihabiskan untuk beristirahat di rumah bersama cucu, warga Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini justru tetap setia mendorong gerobak kecilnya berkeliling menjajakan sayur.

Djamal, Mengais Rezeki dari Daun Pepaya di Usia Senja
Foto: Mujali

Jualan sayur keliling menjadi satu-satunya sumber penghidupan yang ia tekuni hingga hari ini. Tubuhnya memang tak lagi setegap dulu. Langkahnya pun tak secepat masa muda. Namun semangatnya tetap utuh. Setiap hari, ia berjalan kaki sejauh kurang lebih 8–10 kilometer dari rumahnya di Desa Sukodadi menuju kawasan Bandulan, Kota Malang, sambil mendorong gerobak kecil berisi dagangan daun pepaya jepang.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

UB Gandeng DEN dan PLN

UB Gandeng DEN dan PLN Perkuat Inovasi Riset Guna Akselerasi Transisi Energi Nasional

20/10/2026
Rakorda ICCN Jatim 2026

Hadiri Rakorda ICCN Jatim 2026, Wagub Emil Dardak Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Solusi Keterbatasan Daerah

19/10/2026
Load More

Perjalanan itu tentu bukan jarak yang ringan untuk pria seusianya. Saat ditemui di pertigaan Gang 8 Bandulan, Pak Djamal tengah beristirahat di dekat sebuah pos kamling. Dengan nada tenang, ia bercerita tentang rutinitasnya.

“Saya sudah biasa keliling jualan sayur daun pepaya jepang. Kalau sayur belum habis, saya tidur di sini,” ujarnya sambil menunjuk pos kamling di pertigaan tersebut.

Baca juga: 25 Tahun Menyapu Alun-alun Merdeka: Anto Tetap Setia Meski Sampah Tak Pernah Berkurang

Ia memang telah menyiapkan segalanya. Di gerobaknya, tersimpan perlengkapan tidur sederhana—bantal kecil, selimut, serta alas karpet. “Saya sudah bawa peralatan tidur. Ada bantal, selimut, alas juga. Selain ngetem di sini, kadang saya ngetem di daerah Niwen. Di sana juga ada tempat seperti ini buat tidur. Nanti kalau sayur sudah habis, saya jalan ke pom bensin Sukun. Di sana ada pick up langganan yang biasa mengantar saya pulang,” jelasnya.

Daun Pepaya Jepang dari Kebun Sendiri

Dagangan Pak Djamal sederhana. Ia hanya menjual satu jenis sayur, yakni kulupan daun pepaya Jepang. Sayur itu ia kemas dalam dua bungkus dengan harga Rp5.000. Tak banyak variasi, namun cukup untuk menghidupi hari-harinya. Ia mengaku telah lama menekuni pekerjaan ini. Sayur yang dijualnya pun bukan hasil membeli dari pasar, melainkan dari kebun sendiri di kampung halaman.

Djamal, Mengais Rezeki dari Daun Pepaya di Usia Senja
Pak Djamal istirahat setelah berkeliling jualan Foto/Mujali

“Saya sudah lama jualan sayur ini, Mas. Saya ambil sayurnya dari kebun sendiri. Yang ngurus kebun anak saya, kadang saya juga bantu biaya perawatan kebun,” tuturnya.

Pak Djamal tinggal bersama istri dan seorang anak laki-lakinya. Meski telah lanjut usia, ia memilih tetap bekerja dan tidak ingin sepenuhnya bergantung pada anaknya. Baginya, selama kaki masih mampu melangkah dan tangan masih kuat mendorong gerobak, bekerja adalah pilihan yang harus dijalani.

Di tengah terik matahari atau dinginnya malam di pos kamling, Pak Djamal menunjukkan bahwa usia hanyalah angka. Semangat, ketekunan, dan kemandirian adalah nilai yang ia pegang teguh. (MJ)

Reporter: Mujali

Tags: Daun Pepaya JepangPedagang keliling
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

UB Gandeng DEN dan PLN
Ekonomi

UB Gandeng DEN dan PLN Perkuat Inovasi Riset Guna Akselerasi Transisi Energi Nasional

byArdian FRand1 others
20/10/2026
Rakorda ICCN Jatim 2026
News

Hadiri Rakorda ICCN Jatim 2026, Wagub Emil Dardak Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Solusi Keterbatasan Daerah

byArdian FRand1 others
19/10/2026
Gaya hidup

Mahasiswa Teknik Kimia UB Sabet Juara 2 dan Presentasi Terbaik di PERISAI 2026

byMukhamad Munifand1 others
10/10/2026
Tiga Cafe baru Hits Cocok untuk WFC dan Pecinta Kopi di Malang
Gaya hidup

Tiga Cafe baru Hits Cocok untuk WFC dan Pecinta Kopi di Malang

byMukhamad Munifand1 others
07/10/2026
Anjing dan Kucing di Batu
News

100 Anjing dan Kucing di Batu Divaksin Rabies Gratis, Warga Berebut Kuota di Puskeswan

byImam Hanifah
29/09/2026
Plasticc Bank
Bisnis

Implementasi MoU, Plastic Bank Global Jadikan Universitas Ma Chung Percontohan ‘Social Engineering’ Lingkungan

byArdian FRand1 others
27/09/2026
Next Post
Pesona Brantas ! Tambang Penyeberangan Penyambung Denyut Ekonomi Tulungagung Timur

Pesona Brantas ! Tambang Penyeberangan Penyambung Denyut Ekonomi Tulungagung Timur

POPULAR NEWS

Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
jadwal bus malang blitar

Wajib Tahu! Jadwal Bus Malang Blitar Terlengkap 2026: Lengkap dengan Jam Berangkat dan Pilihan Bus

14/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026

EDITOR'S PICK

Wonderkid Maroko Cetak Sejarah Langka di Piala Dunia 2026, Jadi Rebutan Man Utd dan Klub Raksasa Eropa

14/07/2026
Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang

Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang

10/03/2026
DPRD Kota Malang Siap Kawal 5 Tuntutan Mahasiswa Malang ke DPR RI

DPRD Kota Malang Siap Kawal 5 Tuntutan Mahasiswa Malang ke DPR RI

15/06/2026
Satuan Pelayanan Gizi di Malang

KSP Pantau Satuan Pelayanan Gizi di Malang, Pastikan Kualitas Pangan Nasional Terjaga

08/09/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan