Malang, Swa News – Gaya unik berbagi di bulan Ramadan ditunjukkan Karang Taruna 04 bersama Remaja Masjid Miftahul Jannah RW 04 Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari. Aksi bagi-bagi baju gratis yang digelar di Jalan Lowokdoro, Minggu (01/03/2026), ini sukses mengundang perhatian para pengendara yang melintas.

Berbagi dengan konsep layaknya demonstrasi, satu set sound system menggema di sepanjang jalan. Suara lantang terdengar memanggil pengguna jalan, “Ayo bapak/ibu, silakan diambil baju gratis!” Sementara sebagian panitia membawa kertas karton bertuliskan “Bagi Baju Gratis”, “Celana Gratis”, hingga “Bagi-Bagi Baju dan Celana Gratis”, menyerupai aksi massa di depan balai kota.
Bedanya, aksi ini bukan untuk menyampaikan tuntutan, melainkan mengajak warga berhenti dan memilih sendiri baju maupun celana secara cuma-cuma. Model berbagi yang terbilang kreatif dan inovatif ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah tradisi pembagian takjil yang sudah umum dilakukan saat Ramadan.
Baca juga: Ketua Satgas MBG Kota Malang Tampik Kritik DPRD Soal Menu MBG Ramadan Bermasalah
Meski pakaian yang dibagikan merupakan barang bekas, kondisinya masih layak pakai. Bagi sebagian warga, bantuan tersebut sangat berarti. Terlihat sejumlah pengendara berhenti, memilih pakaian yang dibutuhkan, sekaligus menerima takjil yang telah disiapkan panitia.
Pak Samsuri, warga Gondanglegi yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak di Pasar Gadang, mengaku rutin mengambil pakaian di lokasi tersebut setiap tahun.
“Saya tiap tahun ambil baju di sini, Mas. Nanti saya bagikan lagi di kampung saya. Banyak yang senang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pak Slamet. Ia mengaku baru pertama kali melihat konsep berbagi baju gratis seperti ini.
“Saya baru ini lihat bagi-bagi kayak gini, Mas. Biasanya cuma takjil saja. Ini malah bagi-bagi baju dan celana. Lumayan buat ganti baju harian dan baju kerja,” katanya.

Berbagi Baju Gratis Gaya Unik Pemuda Lowokdoro
Ketua Karang Taruna 04, Dedy Maulana, menjelaskan kegiatan berbagi baju gratis ini digelar selama dua hari, yakni 1 Maret 2026 dan 8 Maret 2026. Program tersebut telah berjalan selama empat tahun.
“Pelaksanaan berbagi ini sudah tahun keempat. Kami berkoordinasi dengan RW dan RT untuk meminta dukungan. Alhamdulillah, RW dan RT sangat mendukung dan ikut menyebarkan informasi ke warga. Banyak yang menyumbangkan baju yang tidak terpakai tetapi masih layak. Kami membuka donasi dari lingkungan sekitar, teman, maupun kolega. Setelah terkumpul, baru kami bagikan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Rhezkie Putra menyebut ide tersebut terinspirasi dari tren thrifting yang kini digemari berbagai kalangan.
“Ide ini terinspirasi dari thrifting. Sebenarnya banyak orang belanja baju padahal lemarinya sudah penuh. Itu bisa disalurkan ke kami untuk dibagikan ke warga yang membutuhkan. Meski bekas, semua pakaian yang kami kumpulkan masih layak pakai. Donasi kemarin sampai satu mobil Kijang penuh. Sekarang sudah tinggal sedikit,” tandasnya. (MJ)









