SWANEWS – Kereta Commuter Line di Jawa Timur menjadi salah satu pilihan transportasi favorit bagi masyarakat yang ingin bepergian cepat, nyaman, dan terjangkau.
Dengan rute yang menjangkau berbagai kota penting seperti Surabaya, Malang, Blitar, Kediri, Jombang, Bojonegoro, hingga yang terbaru Probolinggo, layanan ini memudahkan mobilitas harian pekerja, pelajar, dan wisatawan.
Keberadaan Commuter Line membantu mengurangi kemacetan lalu lintas sekaligus menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih efisien.
Tahun 2025 lalu menjadi momen penting bagi perkembangan jaringan kereta komuter di Jawa Timur. Melalui pembaruan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, beberapa rute mendapatkan penambahan frekuensi perjalanan, perpanjangan lintasan, dan penyempurnaan jadwal.
Daftar Kereta Commuter Line di Jawa Timur 2026
Berikut adalah rangkuman enam layanan utama Kereta Commuter Line di DAOP 8 Jawa Timur yang beroperasi pada tahun 2026, lengkap dengan rute, sejarah, dan fasilitasnya.
-
Commuter Line Surabaya Probolinggo
Layanan Commuter Line Supaspro (Surabaya-Pasuruan-Probolinggo) ditargetkan mulai beroperasi selambat-lambatnya pada 1 Maret 2026 dengan jadwal tiga kali perjalanan setiap harinya.
Mengandalkan sistem digital penuh, tiket kereta ini hanya bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access tanpa tersedia layanan pembelian langsung di loket stasiun.
Untuk masalah biaya, skema tarif yang sedang menunggu restu Kementerian Perhubungan ini dipatok sebesar Rp 6.500 untuk jarak di bawah 85 km, dan tarif maksimal Rp 8.000 bagi perjalanan yang melebihi jarak tersebut.
Seiring dengan rencana peluncuran ini, masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur lintasan, khususnya di wilayah Sumber Asih, Pilang, Mayangan, dan Jati, diimbau untuk lebih waspada dan aktif menjaga keamanan di area rel.
-
Commuter Line Penataran
Commuter Line Penataran menjadi salah satu layanan paling populer di Jawa Timur karena menghubungkan kota-kota besar dan destinasi wisata. Rute utamanya meliputi Surabaya Kota – Malang – Blitar – Kertosono – Surabaya Kota, menjadikannya jalur memutar yang strategis.

Pada tahun 2025, jadwal perjalanan diperbarui sesuai Gapeka terbaru dengan peningkatan frekuensi, termasuk keberangkatan pagi sangat awal pada pukul 03.40 WIB.
Stasiun yang dilalui cukup banyak, di antaranya Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Sepanjang, Krian, Tarik, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Blitar, hingga Malang Kota Baru. Keberadaan rute ini membantu menghubungkan pusat bisnis, kawasan industri, dan daerah wisata di Jawa Timur.
-
Commuter Line Dhoho
Layanan ini memiliki sejarah panjang sejak beroperasi pertama kali pada 21 Agustus 1971 dengan nama Rapih Dhoho. Awalnya, rutenya mencakup Surabaya–Blitar–Madiun, namun segmen Madiun dihentikan pada 1972.

Memasuki Februari 2025, Commuter Line Dhoho beroperasi dengan pola perjalanan loop, menghubungkan Surabaya Kota – Blitar via Kertosono lalu kembali melalui Malang menuju Surabaya tanpa perlu ganti kereta.
Stasiun yang disinggahi antara lain Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Jombang, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Malang Kota Baru. Dengan keberangkatan mulai dini hari sekitar pukul 03.40 WIB, kereta ini menjadi pilihan utama bagi penumpang yang membutuhkan perjalanan fleksibel sepanjang hari.
-
Commuter Line Jenggala
Commuter Line Jenggala memiliki sejarah menarik sejak pertama kali dioperasikan pada 12 November 2014. Nama “Jenggala” diambil dari Kerajaan Janggala yang pernah berdiri di Jawa Timur sekitar tahun 1042.

Awalnya, rute yang dilayani adalah Mojokerto–Sidoarjo, lalu diperluas hingga Surabaya. Pada 1 Februari 2025, rutenya diperpanjang sampai Stasiun Indro untuk menggantikan Commuter Line Sindro, bahkan kini menjangkau Babat pada perjalanan pagi dan malam.
Jalur Commuter Line Jenggala 2026 meliputi Babat – Mojokerto – Sidoarjo – Indro – Babat, melewati stasiun penting seperti Lamongan, Tarik, Sepanjang, dan Surabaya Indro.
Kereta ini menggunakan armada Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) generasi keempat dengan fasilitas modern seperti AC, stop kontak, CCTV, dan kursi berhadapan. Frekuensi perjalanan mencapai 14 kali per hari atau 7 kali pulang-pergi.
-
Commuter Line Supas
Nama Supas berasal dari singkatan Surabaya–Pasuruan. Jalur ini memiliki nilai sejarah karena merupakan lintasan pertama yang dibangun oleh Staats Spoorwegen pada tahun 1878. Commuter Line Supas mulai beroperasi resmi pada Gapeka 2021 sebagai penggabungan beberapa layanan lokal, termasuk KA Lokal Pasuruan.

Hingga 2026, rute utama Commuter Liine Supas mencakup Surabaya Kota – Surabaya Gubeng – Wonokromo – Waru – Sidoarjo – Porong – Bangil – Pasuruan. Jalur ini juga melewati kawasan terdampak lumpur Lapindo, yang menjadi catatan penting dalam sejarahnya.
Kereta berangkat sekitar pukul 07.30 WIB, menggunakan sarana ekonomi plus dengan kapasitas 80 penumpang tanpa nomor kursi, dan tarifnya tetap Rp 6.000 sekali jalan.
-
Commuter Line Blorasura
Layanan ini mulai beroperasi pada 10 Februari 2021 sebagai penerus Kereta Cepu Ekspres. Nama “Blorasura” berasal dari gabungan kata Blora (lokasi Stasiun Cepu) dan Surabaya. Berbeda dari kereta sebelumnya yang menggunakan KRDE, Commuter Line Blorasura memakai gerbong biasa yang ditarik lokomotif.
Rute Commuter Line Blorasura menghubungkan Surabaya Pasar Turi – Cepu dengan jarak sekitar 140 km, melewati stasiun seperti Tandes, Benowo, Lamongan, Babat, Bojonegoro, hingga Cepu. Meskipun tergolong kereta komuter, karakteristiknya mendekati kereta jarak jauh karena rutenya yang melintasi antarprovinsi.
-
Commuter Line Arjonegoro
Commuter Line Arjonegoro diresmikan pada 1 Juni 2023 sebagai hasil penggabungan KRD Bojonegoro dan Komuter Lamongan. Nama Arjonegoro diambil dari wilayah di Bojonegoro, tempat stasiun utama dalam rutenya berada. Jalur kereta api di daerah ini sudah ada sejak masa kolonial, dengan Stasiun Bojonegoro beroperasi sejak 1902.

Rute 2026 meliputi Bojonegoro – Babat – Lamongan – Surabaya Pasarturi – Surabaya Gubeng – Wonokromo – Sidoarjo. Layanan ini dilengkapi fasilitas modern seperti kursi 2-2 saling berhadapan, stop kontak, dan bagasi kabin. Fungsinya sangat penting untuk menghubungkan Bojonegoro dengan pusat industri dan pemerintahan di Surabaya dan Sidoarjo.
Itulah tadi daftar Kereta Commuter Line di Jawa Timur pada tahun 2026 yang menjadi bukti nyata perkembangan transportasi massal yang terintegrasi dan efisien. Setiap rute memiliki keunikan, sejarah, dan manfaatnya sendiri bagi mobilitas masyarakat.
Dengan tarif terjangkau, jadwal yang diperbarui, dan fasilitas yang semakin modern, layanan ini akan terus menjadi tulang punggung transportasi publik di wilayah tersebut.
Bagi siapa pun yang ingin bepergian dengan cepat, nyaman, dan ekonomis, memilih Kereta Commuter Line di Jawa Timur adalah langkah yang tepat.









