HUT ke-112 Kota Malang, Sam Anas Soroti Minimnya Kolaborasi dan PR Perkotaan yang Belum Tuntas

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual

Malang, Swa News — Memasuki usia ke-112 tahun, Kota Malang dihadapkan pada berbagai persoalan klasik perkotaan yang belum terselesaikan. Di balik sejarah panjang dan identitas sebagai kota pendidikan, tantangan dalam tata kelola kota dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Kolaborasi

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, mengkritisi minimnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak terkait. Menurutnya, momentum hari jadi seharusnya menjadi refleksi untuk memperkuat sinergi pembangunan, bukan sekadar seremoni.

“Penyelesaian problem-problem dasar perkotaan tentu menjadi konsentrasi utama, seperti banjir, kemacetan, dan persoalan sampah. Hal ini harus dibarengi dengan keberpihakan anggaran dalam APBD serta kreativitas dalam mengakses program dari pemerintah pusat,” ujarnya, Selasa (1/4/2026).

Baca juga: HUT ke-112 Kota Malang, DPRD Soroti PR Urban: Parkir, Banjir hingga Tata Kota Belum Tuntas

Ia menegaskan, konsep pembangunan yang baik tidak akan berjalan tanpa dukungan nyata dari kebijakan anggaran dan komitmen kepala daerah. Dalam hal ini, diperlukan keberanian serta kemauan politik (political will) dari wali kota untuk benar-benar memprioritaskan kebutuhan masyarakat.

“Percuma konsep bagus jika tidak ada keberpihakan anggaran. Perlu ada goodwill dan political will dari kepala daerah,” tegasnya.

Pentingnya Kolaborasi lintas sektor

Lebih lanjut, Anas—yang akrab disapa Sam Anas—juga menyoroti pentingnya pelibatan berbagai elemen, mulai dari dunia kampus hingga sektor usaha, dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong percepatan pembangunan yang berkelanjutan.

Kolaborasi
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, S.Psi., M.Si. bersama Swa News mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-112 Kota Malang

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya lokal, khususnya generasi muda daerah. Hal ini dinilai krusial mengingat karakter Kota Malang sebagai kota urban sekaligus kota pendidikan yang memiliki potensi besar.

“Pembangunan sumber daya lokal, terutama putra daerah, harus menjadi perhatian agar mampu bersaing. Ini penting karena Malang adalah kota urban dan pendidikan,” pungkasnya.

Di usia yang telah melampaui satu abad, harapan masyarakat terhadap wajah Kota Malang yang lebih tertata dan responsif masih terus mengemuka. Namun tanpa kolaborasi yang kuat dan kebijakan yang berpihak, julukan “Malang Mbois” berpotensi hanya menjadi slogan tanpa realisasi nyata.(MJL)

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

© Swa News | Cepat dan Mencerahkan