Rabu, Juli 15, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Agama

Kontekstualisasi Doktrin Puasa dalam Perang Badar

Gus Awan by Gus Awan
21/02/2026
in Agama
0
0
SHARES
115
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Kontekstualisasi Doktrin Puasa dalam Perang Badar

Oleh: Gus Awan

Secara kontekstual, Perang Badar memberikan hikmah spiritual dan pranata hukum Islam yang mendalam bagi kaum muslimin. Karena melalui pendekatan menahan makan, minum, menahan amarah dan kebencian serta kedengkian terhadap kafir Makkah, akhirnya Rasulullah dan para sahabat mampu mencapai derajat kemanusiaan tertinggi.

Doktrin Puasa

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Mengenal Ormas Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI)

Mengenal Ormas Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI)

30/06/2026
Momentum 1 Muharram, Hijrah Menuju Masyarakat yang Lebih Baik

Momentum 1 Muharram, Hijrah Menuju Masyarakat yang Lebih Baik

17/06/2026
Load More
Kondisionalitas Hukum Syar’i

Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama terkait kronologi sejarah Perang Badar, yang menurut Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir al-Tabari dalam Tarikh al-Umam wa al-Muluk menyebutkan bahwa peristiwa Perang Badar berlangsung pada hari kesembilan belas bulan Ramadan, berbeda dengan pendapat Abu Umar Yusuf al-Qurtubi yang menyatakan bahwa Perang Badar terjadi pada hari Jumat pagi, hari ketujuh belas bulan Ramadan.

Banyak yang mengatakan bahwa Perang Badar adalah perang dengan campur tangan Allah di dalamnya. Bagaimana tidak, pasukan kaum muslimin pada waktu itu hanya berjumlah 313 orang dibandingkan pasukan kafir Makkah yang berjumlah 1.000 orang.

Hal yang paling krusial adalah terkait keputusan Nabi Muhammad dan sebagian para sahabat berbuka ketika perang tersebut. Melalui berbukanya Nabi dan para sahabat ini menjadi dasar hukum pembolehan (rukhsah) berbuka bagi yang sedang dalam perjalanan.

Peristiwa tersebut bisa dibaca dalam hadis dari Sa’id bin Musayyab. Ketika ia ditanya soal puasa di waktu perjalanan, lalu ia menceritakan sebuah riwayat bahwa Umar bin Khattab berkata: “Kami berperang bersama Rasulullah di bulan Ramadan sebanyak dua kali, yakni Perang Badar dan pembebasan Makkah, dan kami berbuka (tidak berpuasa) di kedua peperangan tersebut.” (HR. Muslim).

Baca juga: Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis untuk Meraih Taqwa

Pencapaian Keadilan

Penegasan Rasulullah melalui sebuah hadis yang mengindikasikan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, akan tetapi juga terkait dengan doktrin kedalaman spiritualitas:

 

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعُ وَالْعَطَشُ

Artinya: Banyak dari orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. (HR. Baihaqi).

Peristiwa Perang Badar yang bersamaan dengan pelaksanaan kewajiban puasa Ramadan memberi makna substantif bagi para sahabat dalam melakukan pertempuran. Karena dalam peperangan tersebut, Rasulullah mengajarkan hakikat perang yang bertujuan berjuang melakukan pembebasan diri dari penindasan tanpa ada dendam personal maupun kolektif.

Maka pembelajaran makna hakikat dari Perang Badar merupakan perjuangan jalan terakhir yang bersifat mempertahankan diri, menegakkan keadilan, menghentikan penindasan, dan bertujuan mencapai perdamaian, bukan untuk pemaksaan agama serta eksperimentasi nafsu politik demi perluasan wilayah kekuasaan.


Gus Awan

Pegiat Literasi Islam

Tags: Doktrin PuasaPerang badarPuasa Ramadan
Gus Awan

Gus Awan

Related Posts

Mengenal Ormas Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI)
Agama

Mengenal Ormas Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI)

by Mukhamad Munif
30/06/2026
Momentum 1 Muharram, Hijrah Menuju Masyarakat yang Lebih Baik
Agama

Momentum 1 Muharram, Hijrah Menuju Masyarakat yang Lebih Baik

by Mukhamad Munif
17/06/2026
Refleksi Hari Lahir Pancasila
Kolom

Refleksi Hari Lahir Pancasila

by Uril Bahrudin
01/06/2026
Ahmad Irawan Salurkan Sapi Kurban di Wagir dan Dau, Menjaga Semangat Berkurban Bersama Masyarakat
Agama

Ahmad Irawan Salurkan Sapi Kurban di Wagir dan Dau, Menjaga Semangat Berkurban Bersama Masyarakat

by redaksi swanews
28/05/2026
Warga Ngantang Kabupaten Malang Menerima Bantuan Sapi Presiden RI  ‎
Jawa Timur

Warga Ngantang Kabupaten Malang Menerima Bantuan Sapi Presiden RI ‎

by redaksi swanews
27/05/2026
Dusun Brau Kota Batu Dapat Bantuan Sapi Kurban Presiden Prabowo
Jawa Timur

Dusun Brau Kota Batu Dapat Bantuan Sapi Kurban Presiden Prabowo

by redaksi swanews
27/05/2026
Next Post
Khotmil Qur’an dan Spirit Keseimbangan

Khotmil Qur'an dan Spirit Keseimbangan

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Jadwal Bus Malang Bandung

Terupdate! Jadwal Bus Malang Bandung 2026: Rute Perjalanan, Harga, dan Jam Berangkat

14/03/2026
Kereta Commuter Line di Jawa Timur

Daftar 7 Kereta Commuter Line di Jawa Timur 2026: Rute, Jadwal, dan Sejarahnya

15/02/2026
Event di Banyuwangi Bulan Juni

Catat Jadwalnya! Inilah Rentetan Event di Banyuwangi Bulan Juni 2026 yang Wajib Dikunjungi

07/06/2026
Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen ‘IM’, Mahasiswa Sentil Zainal Habib, Plt Wakil Rektor 2 UIN Maliki Malang

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen ‘IM’, Mahasiswa Sentil Zainal Habib, Plt Wakil Rektor 2 UIN Maliki Malang

20/09/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan