Pojok Curhat, Layanan Konseling Gratis untuk Warga Malang

Pojok curhat

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual

Malang, Swa News – Setiap hari Senin dan Kamis, warga Malang dapat mengikuti konseling gratis di Gedung Malang Creative Center (MCC) lantai 5. Program Pojok Curhat, gagasan dari Yayasan Mahargijono Schutzenberger, memfasilitasi warga yang membutuhkan pendampingan emosional.

pojok curhat
Foto Istimewa: Suasana Konseling online Pojok Curhat/Nabilul Afkar

Yayasan Mahargijono Schutzenberger, mitra dari Association Franco-Indonésienne pour le Développement des Sciences (AFIDES), meluncurkan program Pojok Curhat sejak April 2025. Program ini terbuka bagi semua usia tanpa dipungut biaya. Dilaksanakan setiap Senin dan Kamis pukul 10.00–19.00 WIB di Co-working Space 1 lantai 5 MCC, bertujuan sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk berbagi persoalan psikososial.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Christo Tulung, Kepala Bidang Program dan Pengembangan Yayasan, menjelaskan mayoritas pengunjung adalah anak muda kisaran usia 18–25 tahun. Namun, sebenarnya layanan ini tidak terbatas usia. Bahkan beberapa kali ada pengunjung yang berusia di atas 60 tahun. Mereka bercerita berbagai persoalan kehidupan yang dialaminya.

“Kami pernah menerima pengunjung berusia 70 tahun, dengan persoalan yang sangat beragam, mulai dari ekonomi, keluarga, karier, sampai relasi sosial,” ungkapnya pada reporter Swa News (09/2/2026).

Baca juga: Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah menyediakan ruang refleksi dan dukungan awal bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan emosional. Pelayanannya bersifat personal dan dialogis, menyerupai pola bimbingan akademik antara mahasiswa dan dosen. Pengunjung dapat secara langsung mendaftar dan memilih sesi konsultasi sesuai kebutuhan mereka.

“Banyak masyarakat membutuhkan ruang refleksi dan pendampingan emosional. Sehingga kami melakukan pendampingan secara privat, ngobrol santai seperti halnya saat bimbingan akademik. Untuk mengikuti konseling cukup isi daftar hadir dan memilih sesi yang dibutuhkan,” tambahnya.

Pojok Curhat Ruang Bercerita

Salah satu pengunjung Pojok Curhat, Ayu (23), mengaku mengetahui program tersebut secara tidak sengaja saat berkunjung ke MCC. Ia menilai keberadaan layanan ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak muda yang kesulitan mencari ruang bercerita.

“Kadang kita cuma butuh didengarkan tanpa dihakimi. Di sini rasanya lebih aman,” katanya.

Sementara itu, Wildan Zarief, Kepala Bidang SDM dan Relawan Yayasan Mahargijono Schutzenberger, menegaskan bahwa para pendamping tidak bertugas memberikan keputusan, melainkan menjadi fasilitator cerita.

“Kami menyediakan ruang, bukan vonis,” ujarnya.

Perwakilan manajemen MCC menyampaikan keberadaan program Pojok Curhat sejalan dengan fungsi MCC sebagai ruang kreatif dan inklusif bagi masyarakat. Lembaga atau yayasan dapat memanfaatkan fasilitas MCC setelah melalui mekanisme kerja sama dan penyesuaian fungsi ruang. Program Pojok Curhat diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem layanan sosial yang mudah diakses, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan dukungan kesehatan mental di perkotaan. (NA)

Reporter: Nabilul Afkar

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

© Swa News | Cepat dan Mencerahkan