Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Universitas Brawijaya (UB) mempertegas perannya dalam mendukung kedaulatan energi nasional melalui kolaborasi strategis bersama Dewan Energi Nasional (DEN) dan PT PLN (Persero).
Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi Prasetya UB, sinergi ini diwujudkan melalui agenda “Sosialisasi Kebijakan Energi” yang digelar di Gedung Fakultas Kedokteran UB pada Jumat (16/10/2026), guna menyelaraskan visi riset akademik dengan target besar pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 mendatang.
Anggota Dewan Energi Nasional, Ir. Satya Widya Yudha, M.Sc., Ph.D., dalam pemaparannya menekankan pentingnya pembaruan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang kini tertuang dalam PP Nomor 40 Tahun 2025. Peraturan ini menjadi fondasi bagi grand strategy Indonesia untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi.
“Indonesia memiliki komitmen net zero emission tahun 2060. Inilah mengapa peraturan mengenai pembaruan Kebijakan Energi Nasional perlu diubah untuk memperkuat strategi ketahanan energi kita,” ujar Satya di hadapan para mahasiswa dan akademisi UB.
Lebih lanjut, Satya menjelaskan bahwa pemerintah tengah memacu program akselerasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Giga Watt (GW) peak yang dicanangkan sejak Agustus 2026.
Program ini diproyeksikan mampu memberikan penghematan negara hingga Rp73,9 triliun per tahun serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 140 juta ton CO2. Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah PLTS Karangkates dengan kapasitas 133 MW peak yang progresnya telah mencapai 56 persen.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendiseminasikan pengetahuan dan melahirkan inovasi teknologi energi.
UB berkomitmen untuk terus mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam riset efisiensi energi dan energi terbarukan. “Energi adalah fondasi pembangunan. Tantangan transisi energi memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi agar inovasi terus lahir dari proses riset yang relevan,” pungkas Prof. Unti.


















