Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Universitas Merdeka (UNMER) Malang sukses mengukuhkan sebanyak 1.191 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dalam prosesi Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar selama dua hari di Gedung Balai Merdeka.
Sebagaimana dilansir dari laporan resmi pihak kampus, momentum ini menjadi pijakan penting bagi para wisudawan untuk mulai mengimplementasikan ilmu pengetahuan serta karakter yang telah ditempa selama masa studi guna memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Acara yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 17–18 Oktober 2026, tersebut terbagi dalam dua sesi, dengan rincian 603 wisudawan pada hari pertama dan 588 wisudawan pada hari kedua. Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek RI, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.T.P., M.M., dalam orasi ilmiahnya menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi adalah hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan yang besar.
Beliau berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar dan segera berkomitmen untuk menerapkan keterampilan mereka di dunia nyata. “Ini adalah satu ikrar, satu komitmen bahwa setelah Universitas Merdeka Malang memberikan pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan membangun karakter, maka hari ini adalah hari perjanjian untuk bisa mengimplementasikan apa yang dipelajari,” tegas Prof. Najib di hadapan ribuan wisudawan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas karya nyata yang dicetak oleh UNMER Malang. Ia menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya siap bekerja, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Menurutnya, kompetensi teknis harus dibarengi dengan kemampuan komunikasi yang baik serta integritas yang tinggi agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS., dalam sambutannya memberikan catatan khusus mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia mengingatkan bahwa meskipun mesin dapat membantu manusia berpikir lebih cepat, nilai-nilai kemanusiaan seperti kejujuran dan empati tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi.
Beliau mengajak para lulusan untuk senantiasa membawa nilai ‘Ksatria Bhirawa Anoraga’ yang mencerminkan keberanian, keteguhan pada kebenaran, dan kerendahan hati dalam setiap langkah karier mereka di masa depan.


















