Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News — Serli Viviani Patrisia, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Teknologi Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan diterima bekerja sebagai laboran sebelum resmi menyandang gelar sarjana.
Sebagaimana dilangsir dari laporan Humas UMM, mahasiswa semester tujuh ini tidak hanya sukses di dunia kerja, tetapi juga berhasil menembus publikasi ilmiah internasional pada jurnal terindeks Scopus Q3.
Kesempatan karier tersebut bermula saat Serli mengikuti program Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Udang di kampusnya. Program ini membekalinya dengan keterampilan teknis mendalam, mulai dari pembenihan hingga manajemen kualitas air.
Saat menjalani magang di CV. Rejo Royal Vannamei, Banyuwangi, kinerja Mahasiswa Perikanan UMM ini terbilang impresif dan membuat pihak perusahaan langsung menawarinya posisi tetap sebagai laboran meski masa magangnya baru berjalan tiga bulan.
Di sisi akademik, Serli juga menunjukkan taringnya melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE). Risetnya yang berkualitas tinggi berhasil dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Scopus Q3 pada awal 2026, yang sekaligus memberikannya hak konversi bebas skripsi. Prestasi ini membuktikan bahwa sinergi antara kemampuan praktis di lapangan dan ketajaman akademis dapat berjalan beriringan secara harmonis.
“Mencari pengalaman di lapangan itu sangat penting agar ilmu kita tidak hanya mandek di teori kampus saja. Tapi kita harus balance, jangan sampai sibuk mencari relasi tapi sering bolos kuliah. Keinginan meraih mimpi tanpa usaha adalah omong kosong,” ujar Serli saat memberikan motivasi kepada rekan sejawatnya pada 07 Oktober lalu. Kini, ia rutin mengelola 13 petak tambak udang untuk memastikan parameter kualitas air tetap optimal bagi keberlangsungan budidaya industri.

















