Malang, Swa News — Program Mudik Gratis 2026 yang akan diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) ramai diberitakan di berbagai media. DPRD Kota Malang mengapresiasi upaya tersebut, meskipun program tersebut tidak tercantum dalam RAPBD 2026.

Dito Arief Nurakhmadi, S.AP., M.AP., Wakil Komisi C DPRD Kota Malang, mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan yang tetap menyelenggarakan program Mudik Gratis, meski tidak masuk dalam pembahasan APBD 2026.
“Saya selaku anggota DPRD sangat mengapresiasi adanya program Mudik Gratis ini. Karena dalam pembahasan APBD 2026 tidak ada, tapi pemerintah tetap mengupayakan adanya mudik gratis,” ujarnya kepada jurnalis Swa News, Kamis (05/03/2026).
Baca Juga: Ketua Satgas MBG Kota Malang Tampik Kritik DPRD Soal Menu MBG Ramadan Bermasalah
Anggota dewan dari Fraksi Partai NasDem ini berharap program mudik gratis tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi warga rantau yang telah ber-KTP Kota Malang untuk mengunjungi sanak saudara di daerah asalnya.
“Harapannya program ini bermanfaat bagi warga yang membutuhkan atau memang perlu dibantu, seperti keluarga kurang mampu yang ingin mudik ke kampung halamannya untuk bertemu sanak keluarga dan teman-temannya. Mereka pasti sangat bahagia dengan adanya mudik gratis. Tentunya harus tepat sasaran, benar-benar warga rantau yang sudah ber-KTP Kota Malang,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, membenarkan bahwa Program Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kota Malang pada 2026 memang tidak ada dalam RAPBD 2026. Program ini murni hasil kolaborasi dengan pihak swasta yang telah menyiapkan armada bus, BBM, beserta sopirnya.
“Memang tidak dibahas dalam RAPBD 2026. Armada sudah disiapkan oleh pihak swasta, mulai dari kendaraan, BBM, hingga sopirnya. Pihak yang sudah memastikan berkolaborasi ada PO Bagong, PO Tentrem, Pelita Mas, Piala Mas, Juragan 99, Bank Jatim, dan Polinema,” ungkapnya kepada jurnalis Swa News melalui sambungan telepon Whatsapp, Jumat (06/03/2026).
Tujuan Mudik Gratis 2026 Pemkot Malang
Widjaja juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan program Mudik Gratis 2026 merupakan upaya pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan yang kerap terjadi akibat meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi saat musim mudik. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meringankan biaya mudik bagi warga yang telah ber-KTP Kota Malang.
“Tujuan program Mudik Gratis tahun ini untuk mengurangi risiko kecelakaan, mengurangi kemacetan, serta menekan ongkos mudik. Biasanya kalau mudik menggunakan kendaraan pribadi akan menambah kemacetan. Ketika tingkat kemacetan tinggi, potensi kecelakaan juga meningkat. Program ini untuk memfasilitasi warga Kota Malang yang akan mudik ke daerah asalnya,” jelasnya.
Adapun rute layanan program Mudik Gratis 2026 oleh Pemerintah Kota Malang meliputi Madura, Banyuwangi, Jember, Ponorogo, dan Pacitan. Untuk detail pelaksanaannya akan disampaikan pada Senin, 8 Maret 2026. (ML, ARN)










