Banyuwangi, Swa News– Sosok Arvy Rizaldy yang saat ini ramai menjadi perbincangan di kalangan politisi dan kaum nahdliyin Banyuwangi merupakan seorang tokoh muda yang juga menjabat Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Banyuwangi periode 2025–2029.

Selain aktif sebagai Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, ia juga mengemban amanat sebagai anggota legislatif Fraksi PKB DPRD Kabupaten Banyuwangi masa bakti 2024–2029.
Sebelum aktif dalam dunia politik, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang tersebut pernah bergelut di dunia bisnis. Bahkan, kiprahnya itu turut mengantarkan dirinya menjabat Bendahara Umum dan Sekretaris Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi.
Baca juga: Sosok Arvy Rizaldy Jadi Pilihan Strategis Pimpin PKB Banyuwangi
Sebagai seorang pengusaha, Arvy Rizaldy tercatat terafiliasi dengan berbagai sektor perusahaan keluarga dan lainnya, di antaranya:
1. PT Mahayasa Grup
Ia merupakan penerus kepemimpinan di PT Mahayasa Grup, sebuah perusahaan besar di Banyuwangi yang didirikan oleh ayahnya, almarhum Haji Ahmad Kusyairi. Perusahaan tersebut memiliki berbagai lini bisnis.
2. Sektor Perhotelan & Hospitality
Ia juga diketahui terlibat dalam beberapa unit usaha di bidang jasa penginapan, antara lain Luminor Hotel berbintang di Banyuwangi, serta usaha akomodasi (hostel) lainnya.
3. Sektor Properti & Konstruksi
Dalam sektor properti, ia memiliki relasi dan jejaring bisnis yang kuat bersama Real Estat Indonesia (REI) Banyuwangi. Sementara di sektor konstruksi, ia kerap mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Jawa Timur, khususnya Banyuwangi.
4. Sektor Ekonomi Kreatif & UMKM
Selain perusahaan formal, ia juga menginisiasi wadah pemberdayaan ekonomi. Salah satunya dengan mendirikan NU Craft PCNU Banyuwangi, sebuah gerakan yang mewadahi pelaku UMKM di kalangan warga Nahdlatul Ulama.
Arvy Rizaldy Kandidat Kuat Pimpin PKB Banyuwangi?
Pesan penting Arvy Rizaldy, bahwa untuk meneguhkan personalitas kepemimpinan seseorang diperlukan proses transformasi penguatan identitas melalui paradigma dan strategi dalam membangun kemandirian serta kedaulatan organisasi, di tengah keniscayaan untuk melakukan kolaborasi dan sinergi. (HB).

















