Malang, Swa News– Tidak hanya Ormas Muhammadiyah yang telah memutuskan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026). Ternyata, Pondok Pesantren Miftahul Huda, yang selama ini juga sering menjadi rujukan soal penentuan hari raya di kalangan umat Islam Malang, juga telah memutuskan bahwa Hari Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret.

Terkait dengan informasi tersebut, keputusan itu sudah tersebar luas dan telah terverifikasi kebenarannya. Bahkan surat keputusannya telah ditandatangani oleh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang, KH Ahmad Muhammad Arif Yahya.
Baca juga: Nuzulul Iqra
Memang, Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading, Kota Malang, yang diklaim telah berusia 225 tahun tersebut dikenal sebagai salah satu pesantren NU yang memiliki tim hisab mandiri dengan menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi), serta telah memiliki reputasi dalam menentukan awal Ramadan dan Syawal.
Hisab Idul Fitri 1447 H Ponpes Miftahul Huda Gading Malang
Dalam keterangannya, berdasarkan hasil istikhraj Tim Hisab Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang, ijtimaul hilal terjadi pukul 07.20, Kamis Kliwon, 19 Maret 2026. Tinggi hilal terlihat pada malam Jumat sebesar 05° 10′ 38″. Letak hilal berada di sebelah selatan pada titik barat, dengan keadaan hilal miring ke arah utara. Lama hilal berada di atas ufuk tercatat 20 menit 42 detik.
Keputusan tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh pihak Pondok Pesantren Miftahul Huda kepada Swa News
“Ya benar. Itu perhitungan hisab Pondok Pesantren Miftahul Huda dan sudah disowankan ke Kiai Ahmad,” ujarnya. (MM)









