Malang, Swa News – Sehari sebelum Ramadan, kawasan Embong Arab, tepatnya di sekitar Jalan Yulius Usman, Kapten Piere Tendean, hingga Jalan Syarif Al-Qodri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dipadati kendaraan warga yang berburu kurma, Selasa (18/02/2026).
Pasalnya, deretan toko oleh-oleh haji dan makanan khas Timur Tengah di kawasan yang dikenal sebagai “Kampung Arab” tersebut menjadi tujuan utama warga dari berbagai wilayah, mulai dari Kota Malang hingga Kabupaten Malang.

Salah satu pedagang, Yahya, Owner Toko Raja Kurma, mengaku lonjakan pembeli meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa. Toko yang melayani pembelian eceran hingga grosir itu bahkan kewalahan melayani pelanggan sejak pagi hari.
“Lonjakan pembeli naik sampai 100 persen, bahkan bisa lebih karena memang ini musimnya Ramadan. Kami buka sejak pukul 08.00 WIB,” ungkap Yahya kepada Reporter Swa News.
Menurut pedagang yang telah berjualan sejak tahun 2000 tersebut, bulan Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi para pedagang di Embong Arab. Selain permintaan yang meningkat, tradisi masyarakat yang menjadikan kurma sebagai menu wajib berbuka puasa turut mendongkrak omzet penjualan.
“Sangat signifikan, naiknya drastis, mungkin bisa sampai 100 persen bahkan lebih dibanding hari normal,” tambahnya.
Kurma Mesir Jadi Favorit di Embong Arab
Dari berbagai jenis kurma yang dijual, mulai dari Aljazair, Tunisia, Madinah, Libya, Palestina, hingga Mesir, Yahya menyebut kurma Mesir menjadi produk yang paling banyak diburu masyarakat. Selain rasanya manis dan teksturnya lembut, harganya juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan jenis kurma lainnya.
Harga kurma Mesir di pasaran saat ini berada di kisaran Rp270 ribu hingga Rp300 ribu per 10 kilogram, tergantung kualitas dan ukuran.
“Untuk saat ini yang paling ramai itu kurma Mesir. Harganya sekitar 270 sampai 300 ribu per 10 kilogram,” jelasnya.
Tradisi Berbuka yang Menghidupkan Pasar Ramadan
Tradisi mengonsumsi kurma saat berbuka puasa menjadi salah satu faktor utama meningkatnya penjualan. Selain mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, kurma juga dipercaya sebagai sumber energi cepat setelah seharian berpuasa.
Sunarti, warga Bululawang, Kabupaten Malang, mengaku hampir setiap tahun datang ke Embong Arab untuk membeli kurma sebagai persiapan menu berbuka puasa. Bersama kedua anaknya, ia membeli kurma untuk stok selama Ramadan.

“Kurma itu enak buat buka puasa. Hampir tiap tahun beli di sini karena banyak pilihannya. Ini kami mau belanja banyak,” ujarnya sambil menunjuk ke arah kedua anaknya.
Hal serupa disampaikan Inka, warga Jabung, Kabupaten Malang. Ia mengaku sengaja datang ke Embong Arab untuk berbelanja kebutuhan Ramadan. Menurutnya, berbelanja di Embong Arab memberikan banyak pilihan dengan harga yang bervariasi.
“Kalau di sini lengkap pilihannya, Mas. Harganya juga murah. Biasanya beli banyak untuk kebutuhan Ramadan,” tuturnya.
Ramainya aktivitas jual beli di Embong Arab menjadi gambaran bagaimana Ramadan tidak hanya membawa suasana religius, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang musiman di pusat kuliner dan perdagangan khas Timur Tengah tersebut. (HN)
Reporter: Hendy
Co-Reporter: Mujali
Editor: Munif









