Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News — Universitas Negeri Malang (UM) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Cakrawala. Momentum kemerdekaan ini dirangkaikan dengan peluncuran logo Dies Natalis ke-72 UM serta penggalangan aksi kepedulian sosial. (17/08/2026)

Upacara bendera tersebut diikuti seluruh elemen sivitas akademika UM, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Hadir pula puluhan mahasiswa internasional asal 29 negara yang tengah menempuh pendidikan di kampus Cakrawala.
Baca juga: Kado Kemerdekaan, BI Gratiskan MDR QRIS Transaksi di Bawah 100 Ribu Rupiah
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., yang bertindak sebagai pembina upacara menekankan bahwa makna kemerdekaan di era modern harus melampaui kebebasan fisik dari imperialisme. Menurutnya, insan terdidik wajib mengikis perilaku feodalisme yang menghambat kemandirian dan keadilan sosial.
“Sebagai insan cendekia, mari kita refleksikan sejauh mana kemerdekaan telah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan perlu diwujudkan melalui sikap warga yang adil dan berdaulat,” ujar Hariyono.
Aksi Kepedulian Gempa NTT & Launching Logo Dies Natalis Ke-72 UM
Sebagai bentuk pengejawantahan nilai kemanusiaan, UM menggelar penggalangan dana dan penyaluran bantuan bagi mahasiswa terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil guna memastikan mahasiswa terdampak mendapat topangan moril maupun material dari pihak kampus.
Di saat yang sama, peluncuran logo Dies Natalis ke-72 secara resmi menandai dibukanya seluruh rangkaian peringatan hari jadi universitas. Peringatan kian semarak melalui atraksi Senam Cakrawala yang dibawakan secara kolosal oleh 72 mahasiswa baru UM.
Melalui agenda ganda ini, UM menegaskan peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter lulusan yang tanggap terhadap perubahan zaman sekaligus berintegritas dan peka terhadap isu-isu kemanusiaan nasional. (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif

















