SWANEWS – Jurusan sepi peminat di ITB atau Institut Teknologi Bandung SNBT 2026 tetap menarik meski dikenal sangat kompetitif. ITB yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat tepatnya di Jl. Ganesa No.10 ini hanya membuka 24 program studi di seleksi UTBK 2026.
Dengan akreditasi unggul hingga 2027, ada beberapa prodi di fakultas kampus ITB yang rendah peminat. Misalnbya saja SITH Kampus Cirebon hanya memiliki 176 peminat dan FSRD Kampus Cirebon sebanyak 369 peminat.
Angka ini sangat jauh dibandingkan prodi favorit di ITB seperti FTTM yang mencapai 4.975 peminat dan STEI Komputasi dengan 3.526 peminat, menunjukkan tingkat persaingan yang kontras.
Daftar Jurusan Sepi Peminat di ITB untuk SNBT 2026
Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah universitas impian bagi banyak calon mahasiswa di bidang sains dan teknologi. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa jurusan di ITB yang memiliki persaingan lebih longgar? Berikut daftarnya.
1. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Kampus Cirebon (SITH-C)
Kampus ITB di Cirebon menawarkan peluang emas dengan peminat yang jauh lebih sedikit dibandingkan kampus utama. Jurusan ini menjadi yang paling sepi peminat di ITB.
Lulusan tetap mendapatkan gelar yang sama dan prospek karier di bidang bioteknologi, pertanian modern, atau penelitian hayati.
-
Jumlah Peminat 2025: 176
-
Kuota SNBT 2026: 18
-
Peluang Lulus: 10,2%
2. Fakultas Senirupa dan Desain – Kampus Cirebon (FSRD-C)
Jurusan seni dan desain di kampus Cirebon juga memiliki peminat yang relatif sedikit. Padahal, prospek di industri kreatif sangat cerah.
Lulusan dapat menjadi desainer, seniman, atau berkarier di industri kreatif yang terus berkembang pesat.
-
Jumlah Peminat 2025: 369
-
Kuota SNBT 2026: 51
-
Peluang Lulus: 13,8%
3. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian – Kampus Cirebon (FITB-C)
Jurusan kebumian di kampus Cirebon ini juga sepi peminat. Padahal, Indonesia kaya akan sumber daya alam yang membutuhkan tenaga ahli di bidang ini.
4. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Sains (SITH-S)
Jurusan Sains di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB ini ternyata masih sepi peminat. Padahal, program studi ini menawarkan keilmuan biologi murni dengan pendekatan modern yang sangat relevan untuk riset dan industri.
Banyak calon mahasiswa lebih memilih jurusan yang terdengar “aplikatif” seperti Teknik atau Manajemen, sehingga SITH-S kurang dilirik. Padahal, lulusan biologi dari ITB memiliki reputasi yang sangat baik dan banyak diserap di lembaga penelitian, perusahaan farmasi, hingga industri bioteknologi.
-
Jumlah Peminat 2025: 413
-
Kuota SNBT 2026: 42
-
Peluang Lulus: 10,2%
5. Fakultas Teknologi Industri – Kampus Cirebon (FTI-C)
FTI di kampus Cirebon juga termasuk jurusan sepi peminat di ITB. Padahal, fakultas ini menawarkan program studi teknik industri dengan kualitas yang sama seperti di kampus utama Bandung.
Perbedaan lokasi menjadi alasan utama mengapa peminatnya tidak terlalu tinggi. Namun, justru inilah peluang emas bagi Anda yang tidak terlalu mempermasalahkan lokasi kuliah. Lulusan teknik industri dari ITB tetaplah lulusan ITB yang akan diakui di dunia kerja.
-
Jumlah Peminat 2025: 567
-
Kuota SNBT 2026: 33
-
Peluang Lulus: 5,8%
6. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – Matematika (FMIPA-M)
Jurusan Matematika di FMIPA ITB Bandung sendiri ternyata juga memiliki peminat yang tidak terlalu tinggi dibandingkan jurusan teknik. Banyak yang menganggap matematika terlalu sulit dan abstrak.
Padahal, lulusan matematika dari ITB memiliki prospek karier yang sangat cemerlang. Mereka sangat dibutuhkan di sektor keuangan sebagai aktuaris, di perusahaan teknologi sebagai data scientist, atau di lembaga riset sebagai peneliti. Tingkat kesulitan yang tinggi justru menjadi filter alami yang membuat persaingan tidak terlalu sengit.
-
Jumlah Peminat 2025: 609
-
Kuota SNBT 2026: 60
-
Peluang Lulus: 9,9%
7. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Rekayasa (SITH-R)
Berbeda dengan SITH-S yang fokus pada sains, SITH-R lebih menekankan pada rekayasa di bidang hayati. Jurusan ini menggabungkan prinsip-prinsip teknik dengan ilmu biologi untuk menciptakan solusi inovatif di bidang kesehatan, pangan, dan lingkungan.
Meskipun prospeknya sangat menjanjikan, peminat jurusan ini masih tergolong rendah. Banyak calon mahasiswa yang belum memahami potensi besar dari bidang bioteknologi dan rekayasa hayati. Padahal, di masa depan, lulusan SITH-R akan menjadi pionir dalam pengembangan obat-obatan baru, bahan bakar hayati, dan produk-produk ramah lingkungan.
-
Jumlah Peminat 2025: 788
-
Kuota SNBT 2026: 75
-
Peluang Lulus: 9,5%
8. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – IPA (FMIPA-IPA)
FMIPA-IPA merupakan program studi yang mencakup berbagai cabang ilmu pengetahuan alam seperti fisika, kimia, dan biologi. Jurusan ini sebenarnya adalah fondasi dari semua perkembangan teknologi modern.
Sayangnya, minat calon mahasiswa terhadap ilmu pengetahuan alam murni cenderung menurun karena banyak yang lebih memilih jurusan yang tampak lebih “praktis”. Namun, justru di sinilah peluang Anda. Lulusan FMIPA-IPA ITB memiliki kemampuan analitis yang luar biasa dan sangat dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari penelitian hingga industri.
-
Jumlah Peminat 2025: 901
-
Kuota SNBT 2026: 98
-
Peluang Lulus: 10,9%
9. Sekolah Farmasi (SF)
Sekolah Farmasi ITB adalah salah satu fakultas farmasi terbaik di Indonesia. Namun, peminatnya ternyata tidak setinggi yang dibayangkan jika dibandingkan dengan jurusan teknik atau kedokteran.
Mengapa demikian? Karena kuotanya yang relatif kecil dan tingkat kesulitan belajarnya yang tinggi membuat banyak calon mahasiswa berpikir ulang. Namun bagi Anda yang tertarik dengan dunia farmasi, ini adalah peluang emas. Lulusan farmasi ITB sangat dibutuhkan di industri farmasi, apotek, rumah sakit, hingga lembaga pengawas obat dan makanan.
-
Jumlah Peminat 2025: 1138
-
Kuota SNBT 2026: 56
-
Peluang Lulus: 4,9%
10. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Infrastruktur Sumber Daya Air dan Sanitasi Lingkungan
Jurusan ini sangat spesifik dan mungkin kurang dikenal oleh masyarakat umum. Padahal, keahlian di bidang sumber daya air dan sanitasi sangat dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan besar dalam pengelolaan air bersih dan sanitasi. Lulusan jurusan ini akan menjadi ahli yang dicari-cari oleh pemerintah, kontraktor, dan lembaga internasional yang bergerak di bidang pembangunan.
-
Jumlah Peminat 2025: 1173
-
Kuota SNBT 2026: 40
-
Peluang Lulus: 3,4%
11. Fakultas Teknologi Industri – Rekayasa Industri (FTI-RI)
Jurusan Teknik Industri di ITB sebenarnya sangat populer. Namun, peminatnya masih lebih rendah dibandingkan dengan Teknik Elektro, Teknik Mesin, atau Teknik Informatika. Mengapa? Karena banyak yang menganggap Teknik Industri kurang “teknis” dibandingkan jurusan teknik lainnya.
Padahal, lulusan Teknik Industri dari ITB memiliki prospek karier yang sangat luas. Mereka bisa bekerja di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, perbankan, hingga konsultan manajemen. Kemampuan untuk mengoptimalkan sistem dan proses produksi membuat mereka sangat berharga di mata perusahaan.
-
Jumlah Peminat 2025: 1406
-
Kuota SNBT 2026: 55
-
Peluang Lulus: 3,9%
12. Fakultas Teknologi Industri – Sistem dan Proses (FTI-SP)
Jurusan ini adalah salah satu yang terbaik di ITB untuk bidang teknik kimia dan proses. Namun, peminatnya masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan jurusan teknik lainnya.
Padahal, lulusan FTI-SP sangat dibutuhkan di industri migas, petrokimia, makanan, dan minuman. Proses produksi di pabrik-pabrik besar tidak akan berjalan tanpa keahlian mereka. Gaji awal lulusan jurusan ini pun termasuk yang tertinggi di antara lulusan teknik lainnya.
-
Jumlah Peminat 2025: 1485
-
Kuota SNBT 2026: 105
-
Peluang Lulus: 7,1%
13. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Infrastruktur Sipil, Lingkungan, dan Kelautan
Jurusan ini menggabungkan tiga bidang sekaligus: sipil, lingkungan, dan kelautan. Ini adalah program studi yang sangat unik dan hanya ada di beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari jalan tol, jembatan, bendungan, hingga pelabuhan. Lulusan jurusan ini akan menjadi ujung tombak pembangunan tersebut. Sayangnya, masih banyak calon mahasiswa yang belum menyadari potensi besar ini.
-
Jumlah Peminat 2025: 1554
-
Kuota SNBT 2026: 90
-
Peluang Lulus: 5,8%
14. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan – Kampus Cirebon (FTTM-C)
Jurusan pertambangan dan perminyakan di kampus Cirebon ini memiliki peminat yang relatif rendah karena lokasinya. Padahal, prospek karier di bidang energi dan sumber daya alam sangat menjanjikan.
Indonesia masih sangat bergantung pada sektor migas dan pertambangan. Lulusan dari jurusan ini akan diserap oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina, Chevron, Freeport, dan berbagai perusahaan tambang lainnya. Gaji yang ditawarkan pun biasanya di atas rata-rata.
-
Jumlah Peminat 2025: 1584
-
Kuota SNBT 2026: 30
-
Peluang Lulus: 1,9%
15. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa (STEI-R)
STEI-R adalah salah satu fakultas favorit di ITB. Namun, jika dibandingkan dengan STEI-K (komputasi) yang lebih populer, peminat STEI-R masih lebih rendah.
Jurusan ini fokus pada rekayasa perangkat keras dan sistem embedded, yang merupakan tulang punggung dari semua perangkat elektronik modern. Lulusan STEI-R sangat dibutuhkan di industri elektronik, otomotif, dan telekomunikasi. Peluang untuk bekerja di perusahaan multinasional juga sangat terbuka lebar.
-
Jumlah Peminat 2025: 1802
-
Kuota SNBT 2026: 75
-
Peluang Lulus: 4,2%
Memilih jurusan sepi peminat di ITB adalah strategi yang sangat cerdas bagi Anda yang ingin merasakan bangku kuliah di kampus impian. Jangan biarkan persepsi bahwa ITB itu sulit ditembus menghalangi Anda.
Dengan memilih jurusan yang kurang populer, terutama yang berlokasi di kampus Cirebon, peluang Anda untuk lolos SNBT 2026 meningkat drastis. Ingatlah bahwa gelar yang Anda peroleh tetap sama berharganya dengan lulusan ITB lainnya.


















