Tulungagung, Swa News- Malam di Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, terasa lebih redup dari biasanya. Beberapa lampu teras tampak sengaja dipadamkan, membuat suasana kawasan itu tampak lengang. Namun, di balik remang yang tersisa, aktivitas “hiburan dewasa” masih berjalan seperti hari-hari sebelumnya.

Padahal, sudah memasuki bulan suci Ramadan. Bulan yang umumnya diikuti dengan penertiban lebih ketat terhadap aktivitas hiburan malam, termasuk penutupan sementara kawasan-kawasan tertentu.
Hasil pantauan jurnalis Swa News yang turun langsung ke lokasi pada Selasa malam (17/2/2026), masih mendapati adanya aktivitas di kawasan tersebut, meski dilakukan dengan cara lebih tertutup.
Seorang warga sekitar eks lokalisasi kaliwungu ngunut Tulungagung yang akrab disapa Marni (55), mengakui bahwa sebenarnya sudah ada imbauan untuk menghentikan sementara aktivitas saat Ramadan. Namun, menurutnya, sebagian pihak memilih tetap beroperasi dengan cara tidak mencolok.
“Memang ada imbauan penutupan, tapi beberapa masih tetap buka. Hanya saja lebih sembunyi-sembunyi, misalnya lampu-lampu teras dimatikan,” ujarnya pelan.
Pengunjung Eks Lokalisasi Kaliwungu Ngunut Tulungagung
Karmin (65), yang mengaku sudah lama berlangganan sejak masih berdinding bambu, sempat melontarkan candaan terkait kondisi lokasi yang dibuat gelap.
“Ya karena situasi yang gelap, saya salah pilih target,” kata Karmin sambil tertawa.

Sementara itu, seorang pria berinisial J (68), yang sudah puluhan tahun bekerja di sekitar kawasan eks lokalisasi Kaliwungu Ngunut Tulungagung, mengatakan bahwa larangan beroperasi selama Ramadan sebenarnya sudah dipahami oleh banyak pihak. Namun, menurutnya, dalam praktiknya masih ada celah yang kerap dimanfaatkan.
“Awal-awal puasa sebisa mungkin tetap mengikuti aturan. Tapi kalau sudah lewat dua atau tiga hari, biasanya buka lagi seperti biasa,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa akses keluar-masuk kawasan kini dibuat lebih terbatas. Area parkir belakang disebut lebih sering digunakan karena pintu depan sementara ditutup portal agar aktivitas tidak terlalu tampak dari luar.
Di sisi lain, seorang perempuan berinisial Y (27) asal luar daerah mengaku masih tetap bekerja karena alasan ekonomi. Menurutnya, sebagian pekerja dari wilayah sekitar Tulungagung memilih pulang sementara, namun mereka yang berasal dari jauh tetap tinggal.
“Banyak teman-teman yang rumahnya dekat milih libur, Mas. Kalau yang jauh seperti saya, masih bertahan karena tuntutan kebutuhan ekonomi,” terangnya.
Sementara itu, reporter Swa News berupaya mengonfirmasi pantauan di kawasan eks lokalisasi kaliwungu ngunut Tulungagung tersebut kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tulungagung. Sayangnya, hingga berita ini tayang belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. (AF)










