Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Seorang mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya, Dzaki Al Ghazali, menciptakan terobosan ekonomi kerakyatan melalui lini usaha Susu Mas Jack. Sebagaimana dilansir dari laporan Prasetya UB, inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap ketimpangan harga jual susu di tingkat peternak lokal yang sering kali tidak mampu menutup biaya produksi harian. Karena itu, Dzaki memutuskan untuk menyerap bahan baku langsung dari peternak dengan harga di atas rata-rata pasar.
Dalam menjalankan operasionalnya, Dzaki tidak hanya berfokus pada keuntungan semata, tetapi juga pada edukasi nutrisi bagi masyarakat Malang. Ia melihat bahwa potensi susu lokal sangat besar, tetapi sering kali terhambat oleh rantai distribusi yang merugikan produsen kecil.
“Saya melihat dalam beberapa tahun terakhir peternak sangat dirugikan karena harga jual produk tidak sebanding dengan biaya produksinya. Karena itu, saya ingin membeli susu langsung dari peternak lokal dengan harga lebih tinggi, selama kualitasnya sesuai,” ujar Dzaki dengan penuh optimisme.
Susu Mas Jack menawarkan keunikan melalui sistem keanggotaan (membership) yang menggunakan botol kaca premium untuk menjaga kualitas produk dan mendukung keramahan lingkungan. Setiap pelanggan yang berlangganan akan mendapatkan pengiriman rutin ke rumah dengan sistem tukar botol, sebuah langkah yang jarang ditemukan pada industri susu rumahan.
Selain itu, tersedia pula susu dalam kemasan botol berukuran 250 mililiter dan satu liter dengan pilihan rasa populer, seperti cokelat, stroberi, dan matcha, yang diproses melalui teknik pasteurisasi.
Meskipun masih berskala industri rumah tangga, Dzaki memastikan bahwa setiap tetes susu yang diproduksi telah melalui prosedur operasional standar (SOP) dan pengujian kualitas yang ketat. Ia bekerja sama dengan Neelwan sebagai Head of Production untuk menjaga konsistensi rasa dan keamanan pangan.
Strategi pemasarannya juga memanfaatkan jejaring media sosial dan kolaborasi dengan akun-akun kuliner ternama di Malang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui Susu Mas Jack, Dzaki membuktikan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi model bisnis berkelanjutan bagi para peternak lokal pada masa depan.

















