Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kota Batu, Swa News – Kabar baik bagi warga dan pengguna jalan di Kota Batu. Jalan Hasanuddin yang sempat ditutup total karena proyek preservasi Simpang Empat Patih dipastikan segera kembali fungsional. Pemerintah Kota Batu menargetkan ruas jalan tersebut sudah bisa dilalui semua jenis kendaraan pada akhir Oktober 2026.
Jalan Hasanuddin Kota Batu sendiri merupakan bagian dari proyek preservasi Simpang Patih yang mencakup empat ruas jalan vital, yakni Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanuddin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, Esti Dwi Astuti, mengatakan progres pengerjaan preservasi Simpang Patih secara keseluruhan telah mencapai 60 persen.
“Fokus kami saat ini ada di Jalan Indragiri yang sedang dalam tahap pengecoran beton, serta Jalan Panglima Sudirman. Untuk total progres preservasi simpang empat Patih sudah 60 persen,” ujar Esti, Jumat (9/10/2026).
Capaian paling signifikan terlihat di Jalan Hasanuddin. Di ruas jalan tersebut, pekerjaan beton kaku (rigid pavement) telah rampung 100 persen.
“Tahun anggaran 2026 sampai hari ini, proses rigid beton di Jalan Hasanuddin sudah selesai 100 persen. Saat ini tinggal menunggu umur beton,” jelasnya.
Menurut Esti, jalan tersebut belum bisa langsung dibuka meskipun pengecoran telah selesai. Beton membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan yang dipersyaratkan agar mampu menahan beban kendaraan tanpa mengalami kerusakan. Masa tunggu tersebut mengikuti standar teknis konstruksi.
“Insyaallah akhir Oktober sudah bisa dibuka untuk kendaraan. Kendaraan besar pun sudah bisa dilalui di akhir bulan Oktober ini,” tegasnya.
Pembukaan Jalan Hasanuddin diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi akibat penutupan jalan. Meski demikian, pengerjaan proyek Simpang Patih secara keseluruhan belum selesai.
Esti menargetkan seluruh pekerjaan preservasi dan penataan kawasan Simpang Patih tuntas pada awal Desember 2026.
“Insyaallah seluruhnya kegiatan di simpang 4 Patih awal Desember sudah bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, proyek tahun ini belum mencakup pembangunan bundaran. Tahap awal masih difokuskan pada preservasi jalan, penataan kawasan, serta persiapan pelebaran badan jalan hingga sekitar 40 persen dari luas awal, dengan batas pelebaran hingga bibir sungai dan pagar gereja di sekitar simpang.
Adapun pembangunan bundaran (roundabout) dengan diameter minimal 25 meter masih memerlukan penyelesaian dua hal. Pertama, pematangan kajian teknis. Kedua, pembebasan lahan di sisi kanan dan kiri jalan yang anggarannya masih disiapkan hingga 2027.
Selain itu, status jalan di kawasan Simpang Patih masih berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, pembangunan bundaran memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemprov Jatim.
“Jadi untuk saat ini kita fokus dulu menyelesaikan preservasi dan penataan kawasan, sekaligus menyiapkan lahan untuk pelebaran. Untuk pembangunan bundaran, Pemkot Batu harus melakukan penyesuaian dan koordinasi lebih lanjut dengan Pemprov,” pungkas Esti.
Pewarta : Sholeh
Editor: Imam


















