Banyuwangi, Swa News— Proses kandidasi Ketua Cabang PKB masih berlangsung sengit. Setelah Musyawarah Cabang (Muscab) yang menghasilkan rekomendasi delapan calon, kini mereka menunggu babak penentuan melalui pleno DPP PKB yang rencananya akan berlangsung Jumat (10/4/2026).

Untuk mengukur kapasitas dan akseptabilitas delapan kandidat yang ada, antara lain: Hj. Ma’mulah Harun, Arvy Rizaldy, H. Muhammad Ali Mahrus, H. Susiyanto, Inayanti Kusumasari, Dr. Zaki Al Mubarok, Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah, serta KH. M. Ali Makki. KH. Sunandi Zubaidi, Tokoh NU Banyuwangi, menilai bahwa seluruh calon tersebut merupakan pemimpin hebat dan memiliki kapasitas yang memadai untuk membawa PKB Banyuwangi menjadi lebih baik.
“Semua kandidat yang sekarang mendapat rekomendasi dari Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Banyuwangi tersebut merupakan pemimpin-pemimpin hebat, semuanya baik,” ungkapnya melalui telepon whatsapp kepada koresponden swanews, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Kandidat Kuat Pimpin PKB Banyuwangi, Siapa Sosok Arvy Rizaldy?
Penguatan Gus Makki dan Arvy Rizaldy Menurut Tokoh NU
Nampaknya figur Gus Makki dan Arvy Rizaldy menjadi bintang utama di kalangan anggota dan simpatisan PKB untuk mendapatkan mandat memimpin DPC PKB Banyuwangi periode 2026–2031. KH. Sunandi Zubaidi secara normatif menilai bahwa jika keduanya terpilih, mereka akan mampu membawa PKB Banyuwangi semakin hebat.
Perkembangan proses kandidasi Ketua DPC PKB Banyuwangi kali ini memang mengerucut dalam dua arus besar. Pertama, sebagian berpikir untuk mempertahankan pengaruh personal dalam mengupayakan konsolidasi politik kelembagaan PKB, khususnya untuk kepentingan pemilihan legislatif dan Pilkada Banyuwangi mendatang.
Kedua, sebagian lainnya berharap hadirnya proses regenerasi kepemimpinan DPC PKB Banyuwangi dari kalangan muda yang dinilai lebih dinamis dan progresif dalam mendorong roda organisasi politik melalui penguatan sistem.
Sehingga, menguatnya kutub dukungan pada Gus Makki lebih bermuara pada pendekatan kekuatan personal dalam membangun kerangka politik kepartaian tersebut. Sementara itu, menguatnya dukungan pada Arvy Rizaldy lebih merepresentasikan pandangan progresif yang mengutamakan pola pendekatan sistemik.(HB)


















