Malang, Swa News — Puluhan kendaraan berjejer rapi di halaman parkir Riche Heritage Hotel. Diikuti iringan lagu Rugosh Band yang menghangatkan suasana sahdu malam Minggu di hotel bergaya Hindia-Belanda ini. Band yang beranggotakan lima orang ini membawakan lagu lokal hingga mancanegara, mengiringi pengunjung hotel menikmati suasana malam di Kayutangan. (7/3/2026)

Rugosh Band beranggotakan Halimah D Crash (vokalis), Doni (gitaris), Gigan (keyboard), Bens (basis), dan Rudi (drummer). Aktivitas jamming di plataran Riche Heritage Hotel sudah menjadi rutinitas mereka setiap malam Minggu sejak 2023. Namun, kadangkala akan diisi One Beat Band ketika mereka ada job manggung di tempat lain.
“Setiap malam Minggu di sini sejak 2023, mas. Kadang libur atau gantian dengan One Beat Band jika ada job manggung di tempat lain,” ujar Rahman Pribadi, punggawa Rugosh Band, kepada jurnalis Swa News.
Rugosh band Geliat Komunitas Musik di Kayutangan Heritage
Menurut Pribadi, yang juga biasa dikenal dengan nama panggung Priebh D Crash, live music di plataran Riche Hotel ini bekerja sama dengan pihak hotel. Sebelumnya, mereka juga sempat difasilitasi tempat di depan Sarinah. Ia juga menjelaskan bahwa di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage terdapat banyak grup musik yang melakukan live music, yang secara langsung dikoordinir dan difasilitasi oleh Disporapar Kota Malang.
Baca juga: Richie Heritage Hotel Malang: Titik Balik Kolonial Tempo Doeloe
“Di sini banyak grup musik yang tampil. Kalau yang di trotoar dikoordinir Disporapar Kota Malang, mereka yang bayar. Di Riche beda, langsung kerja sama dengan pihak hotel. Disediakan tempat, kopi, fasilitas transport, dan biasanya dapat bonus di akhir bulan. Ya, di sini buat meramaikan malam lah,” jelasnya.
Lantunan lagu dari Lady Gaga menjadi favorit tamu-tamu yang menginap di Riche Hotel. Lagu seperti Bad Romance dan Poker Face seringkali diminta pengunjung untuk dinyanyikan.
“Lagunya Lady Gaga sering diminta sama tamu-tamu hotel, bule-bule itu, mas,” tambahnya.

Angin malam mulai berhembus. Perlahan terasa atmosfer Malang sebagai barometer musik rock nasional. Berbalut sarung, mata sedikit terpejam, kepalanya bergerak tipis mengikuti alunan lagu. Dollah Gowi, vokalis pertama band legendaris Elpamas, menikmati gema lagu Rugosh di pojok kawasan Kayutangan Heritage. Kecintaan akan musik dan budaya kebersamaan yang mampu menyatukan keberagaman mengkristal dalam diri mereka. (MM)








