Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, SWANEWS – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadikan momentum Harkitnas sebagai sarana evaluasi pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam amanat Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 yang mengusung tema ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’ di Perkantoran Terpadu Kota Malang, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya tema Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara memiliki makna penting dalam upaya menciptakan generasi emas menuju Indonesia 2045.
“Harkitnas adalah momentum terbaik kita mengevaluasi pengabdian kita, mengevaluasi pelayanan kita. Apakah sampai hari ini nilai-nilai yang telah diajarkan oleh pendiri bangsa itu sudah kita resapi dan kita praktikkan dalam pelayanan dan pengabdian kita,” katanya.
Ali menguraikan, semangat kebangkitan nasional lahir dari perjuangan dan persatuan para pendiri bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan dengan penuh pengorbanan. Karena itu, ia menegaskan bahwa generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui pelayanan terbaik bagi masyarakat.
”Pemerintah pusat telah menghadirkan berbagai program strategis di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi untuk mendukung tujuan tersebut,” urainya.
Di bidang pendidikan, ia mencontohkan hadirnya program Sekolah Rakyat hingga peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik. Sementara di sektor kesehatan, pemerintah menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat di tingkat bawah.
Selain itu, ia juga menyinggung program Koperasi Merah Putih yang dapat memperkuat pemerataan ekonomi hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Harapannya ekonomi bisa merata, tidak hanya pada pusat-pusat saja, tapi perekonomian bertumbuh dan berkembang pada tahapan paling bawah di desa dan kelurahan,” tegasnya.
Pada kesempatan, Wawali Ali juga mengaitkan semangat Harkitnas dengan visi pembangunan Kota Malang yakni Menuju Malang Mbois Berkelas. Ia menegaskan, semangat tersebut harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
”Saya berharap semangat para pendiri bangsa dapat membangkitkan energi kolektif ASN Pemerintah Kota Malang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.


















