Malang, Swa News— Suasana Pasar Takjil di kawasan Taman Krida Budaya, Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, dipadati pengunjung pada Kamis (19/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Warga mulai berdatangan untuk berburu hidangan berbuka puasa sembari menikmati suasana sore.

Deretan tenda dan meja jualan berjajar rapi menawarkan aneka menu, mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga jajanan kekinian. Pantauan di lokasi, arus pengunjung terus meningkat mendekati waktu berbuka.
Banyak pedagang kini telah menyediakan metode pembayaran non-tunai melalui QRIS. Kode pembayaran terpajang di depan stand masing-masing, memudahkan pembeli yang tidak membawa uang tunai dan mempercepat transaksi saat kondisi ramai.
Rina (34), salah satu pedagang kolak, mengatakan penggunaan QRIS cukup membantu penjualan.
“Sekarang pembeli banyak yang maunya scan saja, jadi lebih cepat. Enggak perlu repot cari kembalian, apalagi kalau sudah dekat magrib,” ujarnya.
Suasana taman juga dipenuhi pasangan muda dan keluarga yang duduk santai di sekitar area jualan sembari menunggu waktu berbuka. Beberapa di antaranya menggelar tikar kecil dan menata makanan yang telah dibeli.
Milla (22), salah satu pengunjung, mengaku dirinya bukan Muslim, namun tetap menikmati suasana pasar takjil.
“Saya memang tidak ikut puasa, tapi suasananya seru dan ramai. Banyak pilihan makanan juga, jadi sekalian beli untuk keluarga di rumah,” tuturnya.

Lalu lintas di Depan Pasar Takjil Taman Krida Budaya
Di sisi lain dari pengamatan reporter Swa News di lokasi, nampak beberapa petugas kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan Soekarno Hatta guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. Sejumlah jalur putar balik di sepanjang Suhat juga ditutup sementara untuk meminimalisasi potensi kemacetan dan penumpukan kendaraan menjelang waktu berbuka.
Hingga menjelang azan magrib, kawasan Taman Krida Budaya tetap ramai dipadati warga. Pasar takjil ini tidak hanya menjadi tempat berburu hidangan berbuka, tetapi juga ruang kebersamaan yang menghadirkan kehangatan Ramadan di tengah keberagaman Kota Malang.(ARN)
Reporter: Ardian










